Khanifudin's Blog

Mudah tidaknya hidup ini hanyalah masalah sudut pandang..

ORGAN PADA SISTEM SARAF

  1. A.     Sistem Saraf pada Manusia
    1. 1.       Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

  1. a.      Badan sel

Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson.  Pada badan sel saraf terdapat inti  sel,  sitoplasma,  mitokondria,  sentrosom, badan golgi, lisosom, dan  badan  nisel.  Badan  nisel  merupakan  kumpulan  retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.

  1. b.      Dendrit

Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-  cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel.  Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan  rangsangan ke badan sel.

  1. c.       Akson

Akson disebut neurit.Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang  merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam  neurit  terdapat  benang-benang  halus  yang  disebut  neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis  selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan  berfungsi  untuk  mempercepat  jalannya  rangsangan.  Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann  yang  akan  membentuk  suatu  jaringan  yang  dapat  menyediakan  makanan  untuk  neurit  dan  membantu  pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut  neurilemma  yang  melindungi  akson  dari  kerusakan.  Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin.  Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi  mempercepat jalannya rangsangan.

Ada  tiga  macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur  dan fungsinya, yaitu:

  1. Sel saraf sensorik,  adalah  sel  saraf  yang  berfungsimenerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
  2. Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar.  Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari  otak dan sumsum tulang belakang.
  3. Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf  ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang.  Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan  sel saraf motorik.

Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan.  Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini  terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti   benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti  asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase. Zat-zat tersebut  berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.

  1. 2.       Susunan  Sistem  Saraf

Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri  atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf  tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.

  1. Sistem saraf pusat

 

  • Otak

Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dansebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia.  Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya  lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak  adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum),  dan batang otak.

  • Sumsum tulang belakang

Sumsum  tulang  belakang  terletak  memanjang  di  dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas  tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang  kedua. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua  lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam  berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut  saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf.

Di  dalam  sumsum  tulang  belakang  terdapat  saraf  sensorik,  saraf  motorik,  dan  saraf  penghubung.  Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak  dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.

  1. Sistem Saraf Tepi

 

Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa  pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama antara  sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan  cepat  dalam  tubuh  untuk  merespon  rangsangan  dari  lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem  saraf somatis dan sistem saraf otonom.

  • Sistem saraf somatis

Sistem saraf somatis  terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf  sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf  otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata,  hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang  keluar melalui sela-sela ruas tulang  belakang  dan  berhubungan dengan bagian-bagian  tubuh, antara lain  kaki, tangan, dan otot lurik.

Saraf-saraf  dari  sistem  somatis  menghantarkan  informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot  rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu  dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak  menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh  sistem ini. Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut.

v   Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat  dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemah-  kan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke  kaki untuk berjalan mendekati pintu dan meng-  isyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.

v   Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas,  kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke  otak. Kemudian otak mengisyaratkan pada tangan  untuk menghidupkan kipas angin.

v   Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan  menyampaikan informasi tersebut ke otak, otak  akan  menterjemahkan  informasi  tersebut  dan  mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak  membersihkan kamar.

  • Sistem saraf otonom 

Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak  disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak  kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf  otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem  saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan  sistem saraf parasimpatik.

Sistem  saraf  simpatik  disebut  juga  sistem  saraf  torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari  tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12.  Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul  saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Fungsi  dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.

v  Mempercepat denyut jantung

v  Memperlebar pembuluh darah

v  Memperlebar bronkus

v  Mempertinggi tekanan darah

v  Memperlambat gerak peristaltis

v  Memperlebar pupil

v  Menghambat sekresi empedu

v  Menurunkan sekresi ludah

v  Meningkatkan sekresi adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik  disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena  saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah  sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring  yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke  organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.

Sistem  saraf  parasimpatik  memiliki  fungsi  yang  berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik.  Misalnya  pada  sistem  saraf  simpatik  berfungsi  mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem  saraf  parasimpatik  akan  memperlambat  denyut  jantung.

UntukLebihlengkapnyadapatdi download di sini

Sistem-Saraf

About these ads

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: