Khanifudin's Blog

Mudah tidaknya hidup ini hanyalah masalah sudut pandang..

Lingkungan Hidup, dan Pelestariannya

Pelestarian lingkungan hidup dan iklim dibumi termasuk di antara tantangan global abad ke-21 yang disadari sepenuhnya oleh kalangan politik, media dan masyarakat umum. Diantara Negara-negara yang aktif dalam menyelenggarakan pelestarian atau konservasi lingkungan hidup adalah jerman, hal ini terbukti dengan adanya secretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas mendampingi realisasi Konvensi Dasar Mengenai Iklim berkedudukan di kota federal Bonn. Sejak tahun 1990, Jerman telah mengurangi emisi gas rumah-kaca sebanyak hampir 20 persen. Dengan demikian sasaran yang diterimanya dalam Piagam Kyoto, yaitu pengurangan sebanyak 21 persen sampai tahun 2012, sudah sangat dekat. Indeks pelindungan iklim global 2008 terbitan organisasi pelestarian lingkungan “Germanwatch” yang independen menempatkan Jerman pada peringkat kedua. Sudah lama Jerman menjalankan kebijakan yang memadukan pelindungan iklim dan pelestarian lingkungan dengan memfokuskan pada tata laksana yang berkesinambungan. Kuncinya ialah strategi ganda untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi dan sumber daya alam, dan untuk menambah produksi energi terbarukan serta bahan baku yang tumbuh kembali.

Jerman menjadi habitat bagi sekitar 45.000 jenis binatang dan lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, lumut, jamur, lumut pohon dan rumput laut. Pelestarian alam termasuk tujuan resmi negara, dan sejak 1994 tercantum juga dalam Pasal 20a Undang-Undang Dasar. Terdapat ribuan cagar alam di Jerman, di samping itu 14 cagar alam nasional yang luas dan 14 reservat biosfer. Jerman ikut serta dalam sejumlah perjanjian dan program antarnegara yang bertujuan melindungi alam, sembilan di antaranya bersifat global, sebelas bersifat regional dan hampir 30 bersifat bilateral. Dalam pertemuan di Johannesburg, para kepala negara dan kepala pemerintahan telah mengakui kewajiban yang harus dipenuhi mereka sampai tahun 2010, yaitu mengurangi taraf penciutan keanekaan biologis secara signifikan. Dengan keputusan konferensi puncak di Göteborg (2001) untuk menghentikan penciutan itu sama sekali, UE malah lebih ambisius lagi. Konferensi ke-9 dari negara peserta Konvensi Biodiversitas dilakukan pada tahun 2008 di Bonn.

Walau begitu masih banyak hal yang perlu dikerjakan. Sekitar 40 persen jenis binatang dan 20 persen jenis tumbuhan di Jerman dianggap terancam kepunahan. Penyebabnya antara lain: pemusnahan dan pemotongan habitatnya oleh pembangunan pemukiman dan jalan, pengintensifan pertanian dan perhutanan, pembebanan dengan zat beracun dan pemupukan yang berlebihan. Di lain pihak luas ladang yang digarap secara organik

bertambah terus di Jerman selama beberapa tahun terakhir ini. Andilnya sebesar 4,9 persen pada tahun 2006 digariskan menjadi 20 persen dalam jangka menengah.

Para konsumen menyukai hasil pertanian ekologis; pada akhir tahun 2007 terdaftar 42.825 produk pada Biro Informasi Bio-Siegel, yaitu instansi yang mengeluarkan cap untuk produk peternakan dan pertanian organic.

Hal ini cukup mencengangkan memngingat keanekaragaman hayati Indonesia jauh lebih banyak daripada yang dimiliki oleh Jerman.

Potensi Keanekaragaman Hayati di Indonesia

  • Sekitar 12 % (515 spesies, 39 % endemik) dari total spesies binatang menyusui, urutan kedua di dunia
  • 7,3 % (511 spesies, 150 endemik) dari total spesies reptilia, urutan keempat didunia
  • 17 % (1531 spesies, 397 endemik) dari total spesies burung di dunia, urutan kelima
  • 270 spesies amfibi, 100 endemik, urutan keenam didunia
  • 2827 spesies binatang tidak bertulang belakang selain ikan air tawar
  • 35 spesies primata (urutan keempat, 18 % endemik)
  • 121 spesies kupu-kupu (44 % endemik)
  • Keanekaragaman ikan air tawar 1400 (urutan ke 3)
Taxonomic Group Species Endemic Species Percent Endemism
Plants 10,000 1,500 15
Mammals 201 123 61.2
Birds 697 249 35.7
Reptiles 188 122 64.9
Amphibians 56 35 62.5

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: