Khanifudin's Blog

Mudah tidaknya hidup ini hanyalah masalah sudut pandang..

Sistem Limfatik

Sistem Limfatik

Sistem limfatik (lymphatic system) atau sistem getah bening membawa cairan
dan protein yang hilang kembali ke darah .Cairan memasuki sistem ini dengan cara
berdifusi ke dalam kapiler limfa kecil yang terjalin di antara kapiler-kapiler sistem
kardiovaskuler. Apabila suda berada dalam sistem limfatik, cairan itu disebut limfa
(lymph) atau getah bening, komposisinya kira-kira sama dengan komposisi cairan
interstisial. Sistem limfatik mengalirkan isinya ke dalam sistem sirkulasi di dekat
persambungan vena cava dengan atrium kanan.
Pembuluh limfa, seperti vena , mempunyai katup yang mencegah aliran balik
cairan menuju kapiler. Kontraksi ritmik (berirama) dinding pembuluh tersebut
membantu mengalirkan cairan ke dalam kapiler limfatik. Seperti vena, pembuluh
limfa juga sangat bergantung pada pergerakan otot rangka untuk memeras cairan ke
arah jantung.
Di sepanjang pembuluh limfa terdapat organ yang disebut nodus (simpul)
limfa (lymph node) atau nodus getah bening yang menyaring limfa. Di dalam nodus
limfa terdapat jaringan ikat yang berbentuk seperti sarang lebah denagn ruang-ruang
yang penuh dengan sel darah putih. Sel-sel darah putih tersebut berfungsi untuk
menyerang virus dan bakteri. Organ-organ limfa diantanya kelenjar getah bening
(limfonodus), tonsil, tymus, limpa ( spleen atau lien) , limfonodulus. System limfe
terdiri dari pembuluh limfe, nodus limfatik, organ limfatik, nodul limfatik, sel
limfatik. Pembuluh limfe merupakan muara kapiler limfe, menyerupai vena kecil yang
terdiri atas 3 lapis dan mempunyai katup pada lumen yang mencegah cairan limfe
kembali ke jaringan. Kontraksi otot yang berdekatan juga mencegah limfe keluar dari
pembuluh. Tonsil merupakan kelompok sel limfatik dan matrix extra seluler yang
dibungkus oleh capsul jaringan pemyambung, tapi tidak lengkap.Terdiri atas bagian
tengah (germinal center) dan Crypti.Tonsil ditemukan dipharyngeal yaitu :
– tonsil pharyngeal (adenoid), dibagian posterior naso pharynx
– tonsil palatina, posteo lateral cavum oral
– tonsil lingualis, sepanjang 1/3 posterior lidah
Nodus limfaticus terdapat di sepanjang jalur pembuluh limfe berupa benda
oval atau bulat yang kecil. Ditemukan berkelompok yang menerima limfe dari bagian
tubuh. Fungsi utama nodus limfaticus untuk menyaring antigen dari limfe dan
menginisiasi respon imun. Timus terletak di mediastinum anterior berupa 2 lobus.
Pada bayi dan anak-anak, timus agak besar dan sampai ke mediastinum superior.
Timus terus berkembang sampai pubertas mencapai berat 30 -50 gr. Kemudian
mengalami regresi dan digantikan oleh jaringan lemak
Pada orang dewasa timus mengalami atrofi dan hampir tidak berfungsi. Limpa
terletak di Quadran atas kiri abdomen, di inferior diaphragma yang memanjang dari
iga 9 – 11, terletak dilateralis ginjal dan posterolateral gaster. Fungsi limfa yaitu:
-Menginisiasi respon imun bila ada antigen didalam darah
-Reservoir eritrosit dan platelet
-Memfagosit eritrosit dan platelet yang defectiv
-Phagosit bacteri dan benda asing lainnya

Secara garis besar, sistem limfatik mempunyai 3 fungsi :
1. Aliran Cairan Interestial
2. Mencegah Infeksi
3. Pengangkutan Lipid

1. Aliran cairan interstisial
Cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil
oleh kapiler kapiler limfatik disebut dengan Limfa. Limfa mengalir melalui sistem
pembuluh yang akhirnya kembali ke sistem sirkulasi. Ini dimulai pada ekstremitas
dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan
yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke
limfatik (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar getah bening. Getah
bening ini disaring melalui benjolan dan keluar dari limfatik eferen. Dari sana getah
bening melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Pada titik
ini getah bening dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini
dimulai lagi.

2. Mencegah infeksi
Sementara kapiler getah bening mengumpulkan cairan interstisial mereka juga
mengambil sesuatu hal lain seperti virus dan bakteri, ini terbawa dalam getah bening
sampai mereka mencapai kelenjar getah bening yang mana dirancang untuk
menghancurkan virus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. Pertama sel
makrofag menelan bakteri, ini dikenal sebagai fagositosis. Kedua sel limfosit
menghasilkan antibodi, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. Proses ini
diharapkan akan berhubungan dengan semua infeksi yang berjalan melalui getah
bening tetapi sistem limfatik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Limfosit
akan meninggalkan node dengan perjalanan di getah bening dan memasuki darah
ketika getah bening bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani infeksi
pada jaringan lain.
Ini bukan satu-satunya daerah dimana perlawanan berlangsung, limpa juga
menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring getah
bening, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang
telah matang pada limpa (Ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu adalah memori T
sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya. Dan dapat
menangani mereka dengan lebih cepat, sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik)
yang melaksanakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan
sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis. Ada nodul limfatik seperti
amandel yang menjaga terhadap infeksi bakteri yang mana ini menggunakan sel
limfosit. Kelenjar timus mematangkan sel yang diproduksi di sumsum tulang merah.
Setelah sel-sel ini matang, sel – sel ini kemudian bermigrasi ke jaringan limfatik
seperti amandel yang mana kemudian berkumpul pada suatu wilayah dan mulai
melawan infeksi. Sumsum tulang Merah memproduksi sel B dan sel T yang
bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu dalam respon
kekebalan.
3. Pengangkutan Lipid
Jaringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan vitamin yang larut
lemak A, D, E dan K ke dalam darah, yang menyebabkan getah bening berubah warna
menjadi krem. Lipid dan vitamin yang diserap dalam saluran pencernaan dari
makanan dan kemudian dikumpulkan oleh getah bening pada saat ini dikirimkan ke
darah. Tanpa sistem limfatik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah
dengan banyak penyakit. Jaringan tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa –
sisa yang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan vitamin yang
diperlukan.

Faktor Pendorong Gerak Cairan Limfe
Cairan limfe adalah cairan mirip plasma dengan kadar protein lebih rendah. Kelenjar
limfe menambahkan limfosit, sehingga dalam saluran limfe jumlah selnya besar. Kedudukan
system limfatik pada peredaran darah dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini:

Faktor pendorong gerak cairan limfe:
 Pembuluh limfa mirip vena, punya katup yang bergantung pada pergerakan otot
rangka untuk memecah cairan ke arah jantung.
 Perlawanan pertama yang dilakukan tubuh adalah dengan respon immun non spesifik
: sel makrofag dan cairan limfa. Sehingga cairan limfatik mengalir melalui sistem limfatik yang berfungsi juga dalam sirkulasi sistem immun seluler.
 Karena fungsi dari sistem saluran limfe juga untuk mengembalikan cairan dan protein
dari jaringan kembali ke darah melalui sistem limfatik, maka faktor pendorong gerak  cairan limfe juga dikarenakan adanya cairan yang keluar dari kapiler darah.

A. PEMBULUH GETAH BENING
1. Kapiler getah bening  Terdiri dari
– Saluran yang berdinding tipis
– Dilapisi Endotel
– Lumen nya tidak teratur
Merupakan pembuluh Limfe yang terkecil, membentuk anyaman yang luas & berakhir buntu.
Berfungsi: menampung cairan Limfe yang berasal dari masing2 kapiler .

2. Pembuluh getah bening yg lebih besar
Kapiler-kapiler getah bening bergabung dengan pembuluh getah bening yang lebih
besar .Terdiri dari saluran yang dindingnya lebih tebal memiliki katub. Dindingnya terdiri
dari 3 lapisan:
 T. Intima terdiri dari – Endotel
– Sabut elastis
 T. Media terdiri dari Sabut otot polos
 T. Adventitia terdiri dari
– Sabut kollagen
– Sabut elastis
– Sabut otot polos
Dalam perjalanan pembuluh getah bening yang besar, pembuluh getah bening ini
mencurahkan isinya ke dalam kelenjar getah bening (Lymph Nodes). Katub pembuluh getah
bening merupakan lipatan T. Intima
– Terdiri dari:- Jaringan ikat kendor
– Dilapisi Endotel
– Terletak berpasangan & berhadapan
– Ke 2 ujung bebas searah dgn aliran limfe

3. Pembuluh Limfe besar
Merupakan gabungan dari pembuluh limfe, membentuk 2 pembuluh limfe utama:
a. Ductus Lymphaticus Dexter
Menerima cairan limfe dari bagian kanan atas tubuh
b. Ductus Thoracicus
Menerima cairan limfe dari bagian tubuh kiri & kanan saluran pencernaan makanan.
Dindingnya terdiri dari:
T. Intima: Endotel
Sabut Kollagen & Elastis
T. Media: Beberapa lapis otot polos
T. Adventitia: Sabut Kollagen
Sabut Elastis dan otot polos
Pada T. Adventitia terdapat Vasa Vasorum

Untuk selengkapnya bisa download di sini

Makalah Sistem Limfe

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: